Health, Wealth & Happiness

Pengalaman Melahirkan dengan Hypnobirthing Melahirkan Spontan

Sehari sebelum melahirkan

Malam itu sedang makan malam merayakan ulang tahun suami saya, bareng keluarga besar. Makan celup celup shabu-shabu. Enak puas makan ini itu. Tak terasa waktu telah menunjukkan pukul 21:30. Sudah mesti pulang beres-beres biar bisa istirahat. Agak lelah tapi rasanya happy.

Rutinitas mengajak bayi ngobrol.

Seperti biasa sebelum tidur, setiap malam, saya selalu melakukan rutinitas yang sudah dijalankan mulai dari hamil muda, yaitu: Setiap malam saya mengajak bayi di perut saya ngobrol. “Baobei (panggilan sayang buat bayiku), kamu baik-baik tumbuh ya”. “Mama ingin melahirkan kamu dengan normal”. “Mama jaga dan siapin badan mama buat melahirkan kamu secara normal”. “Bantu mama ya supaya bisa melahirkan kamu dengan normal”. “Kita berdua sama-sama jiayou”!

Ketika usia kehamilan semakin tua, ucapan saya nambah: “Sekarang, mama mau bobo, kamu juga istirahat ya”. “Baobei, jika kamu sudah ingin lahir, anytime ya, mama sudah siap”. “Kasih tau mama ya kalau kamu mau lahir”. “Good night! Mama sayang kamu, papi juga sayang kamu”.

Tentunya setelah mengajak ngobrol tidak langsung tertidur, karena baby diperut suka ajak main tiap malam. Baby menendang-nendang perut. Saya kemudian elus-elus perut. Pernah 1-2 kali perut jadi menonjol lama antara kepala atau bokongnya. Elus sayang lagi. Selama kehamilan, baby senang tendang tendang dan kadang cegukan. Rasanya, happy dan kadang lucu. Setiap kali baby menendang-nendang saya selalu tersenyum dan ketawa kecil. Soalnya lucu. Rasanya lucu aja. Ih tendang tendang. Hahaha

Akhirnya saya tertidur. Kemudian jam 3 pagi Tiba-tiba kebangun karena dengar suara balon pecah. Pop! Mata melek. Lho apa itu ya? Karena sudah kebangun, ya sudahlah ke kamar mandi mau buang air kecil. Sambil buang air kecil mata sambil merem kembali… Ummm kok ga habis-habis ya pipisnya. Melek lagi. Kok ini airnya ga habis habis. Rasanya bukan seperti buang air kecil. Bangun liat ke toilet, hmm kok keruh ya airnya. Dengan pikiran bingung, kok keruh ya? Ah ya sudahlah. Balik kamar lagi.

Ternyata ketubannya pecah

Sempat jalan bolak balik kesana kemari di kamar, lalu suami kebangun dan tanya, kamu kenapa?
Sepertinya ketuban aku pecah, ini aku mau pakai pembalut dulu. Eh kok kayak mau pipis lagi. Sebentar ya aku mau ke toilet lagi. Suami tidur-tiduran lagi.

Kemudian saya duduk lagi, eh kali ini lebih deras air yang keluar. Setelah berhenti, bangun lihat toilet, eh kok ada warna pink merah seperti darah. Ok, ini ketuban pecah. Saatnya siap-siap ke rumah sakit (RS).

Balik kamar saya bilang sama suami, “iya ketubanku pecah”. Aku siap-siap ya. Suami bangun dan bilang kamu santai saja pelan-pelan siap-siap nya. Kemudian saya sikat gigi dan cuci muka. Ganti baju. Masih sempetin buat dandan. Pakai pensil alis dulu biar cantik (nanti kalau difoto) 😁 lalu ke dapur, Teringat semalam ada beli sekotak stroberi. Mau dibawa saja ke RS. Cuci dulu stroberinya. Biar bisa dimakan selama perjalanan ke rumah sakit. Baju sudah disiapkan masuk koper dari beberapa hari lalu. Jadi sudah 90% ready.

Beberapa saat kemudian suami bangun, siap-siap juga. Dalam 45 menit kami berangkat ke RS. Dengan perasaan hepi plus agak ngantuk berjalan ke mobil. Diputarlah lagu biar segar dan semangat. Eits..aku bawa stroberi. Jadi makanlah kami stroberi. Sambil nyanyi nyanyi. Diperjalanan sempat mules dikit dan keluar air dikit. Tak apalah sudah pakai pembalut dan tatakan di bangku.

Sesampainya di Rumah sakit, kami tiba jam 5 pagi.

Saya pergi registrasi dulu, suami parkir mobil.

  • Saya: mba, saya mau melahirkan.
  • Suster: Ibu lahiran Caesar?
  • Saya: Engga mba, normal, ini saya sepertinya ketuban pecah.
  • Suster: Oh ibu langsung aja ke lantai 3. Oh ok.

(Pas mau jalan ke lantai 3, pas barengan suami).

Lho ini jalan kemana ya? Kok pintu tertutup semua? Eh itu ada plang ruang bersalin. Kami bukalah pintu yang paling besar itu. Lho kok ada pintu pintu lagi? Ah sepertinya yang ini. Masuklah ke ruang berikutnya. Eh susternya ternyata masih tidur, bahkan ada yang tidur di kolong meja. “Sus, ruang melahirkan disini? saya mau melahirkan bagaimana ya”? iya bu sebentar sambil kucek-kucek mata.

To be Continue… saat-saat melahirkan… Dokternya kandungannya lagi cuti!

error: Copyright of DennySuryadi.com